21 Desember 2011

Keterkaitan Public Speaking Dengan Komunikasi Sosial

1. Public Speaking
Ada pandangan dalam masyarakat bahwa kemampuan seseorang berbicara di depan umum adalah bakat bawaan dari lahir dan hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu saja. Berbicara di depan umum atau public speaking, baik itu dalam acara pernikahan, ulang tahun, peresmian kantor, acara penghargaan, pidato sambutan, kesaksian produk atau kesuksesan dan lainnya menjadi momok yang begitu menakutkan bagi sebagian besar orang, bukan hanya di Indonesia bahkan di dunia.


Mengapa public speaking begitu penting bagi setiap individu, setiap hari secara normal seseorang akan mengeluarkan puluhan ribu kata dan apa yang dikeluarkannya akan mempengaruhi kehidupan orang tersebut. Di era globalisasi seperti sekarang ini, setiap hari dalam segala bidang kehidupan baik itu keluarga, relasi bisnis, organisasi sosial, hubungan antar sesama dan sebagainya tidak akan lepas dari yang namanya berbicara dua arah. Semakin terampil seseorang dalam berbicara akan semakin menunjukkan kualitas kecerdasan dan penghargaan dari komunitasnya.
Publik Speaking adalah keterampilan yang dapat dilatih, dipraktekkan, dan dimanfaatkan untuk memberi manfaat sesuai dengan kebutuhan audience atau khalayak, antara lain untuk menyampaikan informasi, memotivasi, membujuk dan mempengaruhi orang lain, mencapai saling pengertian dan kesepakatan, meraih promosi jabatan, mengarahkan kerja para staf, meningkatkan penjualan produk atau keuntungan bisnis dan membagikan pengetahuan yang dimiliki seseorang. Setiap orang yang ingin meningkatkan kualitas hidup, meraih sukses yang lebih tinggi, punya hasrat untuk berbagi ilmu yang mereka miliki dengan sesama sudah seharusnya menterampilkan kemampuan berbicara di depan umum.
2. Komunikasi Sosial
Sebagai makhluk sosial manusia senantiasa ingin berhubungan dengan manusia lainnya. Ia ingin mengetahui lingkungan sekitarnya, bahkan ingin mengetahui apa yang terjadi dalam dirinya. Rasa ingin tahu ini memaksa manusia perlu berkomunikasi. Komunikasi adalah suatu kebutuhan yang sangat fundamental bagi seseorang dalam hidup bermasyarakat. Secara etimologis atau menurut asal katanya komunikasi atau communication dalam bahasa Inggris berasal, dari bahasa Latin communis yang berarti sama, communico, communicatio, atau communicare yang berarti membuat sama. Istilah pertama (communis) adalah istilah yang paling sering sebagai asal-usul kata komunikasi, yang merupakan akar dari kata-kata Latin lainnya yang mirip. Komunikasi menyarankan bahwa suatu pikiran, suatu makna, atau suatu pesan dianut secara sama.
Secara terminologis, komunikasi berarti proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Dari pengertian itu jelas bahwa komunikasi melibatkan sejumlah orang, dimana seseorang menyatakan sesuatu kepada orang lain. Jadi, yang terlibat dalam komunikasi itu adalah manusia. Oleh karena itu, komunikasi yang dimaksudkan disini adalah komunikasi manusia atau sering disebut komunikasi sosial atau social communication. Komunikasi manusia sebagai singkatan dari komunikasi antarmanusia, dinamakan komunikasi sosial karena hanya pada manusia-manusia yang bermasyarakat terjadinya komunikasi.
Secara definitif, komunikasi sosial ialah suatu proses interaksi dimana seseorang atau suatu lembaga menyampaikan amanat kepada pihak lain agar pihak lain pihak lain itu dapat menangkap maksud yang disampaikan pihak tersebut. Jadi dapat disimpulkan bahwa komunikasi sosial merupakan suatu bentuk interaksi yang dilakukan dengan tujuan agar maksud yang disampaikan dapat diterima oleh di penerima dengan baik.
Sebagai makhluk sosial, manusia telah ditakdirkan untuk hidup secara berkelompok. Kesendirian dan hidup sendiri akan membuat hidup manusia menjadi tidak berarti sehingga sulit untuk dapat bertahan hidup dalam kehidupan yang saling melengkapi. Untuk dapat memenuhi kebutuhan biologis seperti makan dan minum, serta memenuhi kebutuhan psikologis seperti sukses dan kebahagiaan manusia membutuhkan komunikasi antara satu dengan yang lain. Adakalanya seseorang menyampaikan buah pikirannya kepada orang lain tanpa menampakkan perasaan tertentu, pada saat lain seseorang menyampaikan perasaannya kepada orang lain bahkan tanpa pemikiran. Tidak jarang pula seseorang menyampaikan pikirannya disertai perasaan dan pikiran tertentu. Komunikasi akan berhasil apabila pikiran disampaikan dengan menggunakan perasaan yang disadari, sebaliknya komunikasi akan gagal bila hal itu disampaikan dengan tidak terkontrol.
Komunikasi tidak saja berkutat pada persoalan pertukaran berita dan pesan, akan tetapi juga melingkupi kegiatan individu dan kelompok terkait dengan tukar menukar data, fakta dan ide. Bila dilihat dari makna ini, ada beberapa fungsi yang melekat dalam proses komunikasi; Pertama, Informasi, pengumpulan, penyimpanan, pemrosesan, penyebaran berita, data, gambar, fakta, pesan, opini, dan komentar yang di butuhkan agar dapat dimengerti dan beraksi secara jelas terhadap kondisi lingkungan dan orang lain agar dapat mengambil keputusan yang tepat.
Kedua, Sosialisasi atau pemasyarakatan, penyedian sumber ilmu pengetahuan yang memungkinkan orang bersikap dan bertindak sebagai anggota masyarakat yang efektif sehingga ia sadar akan fungsi sosialnya dan dapat aktif di dalam masyarakat
Ketiga Motifasi, yaitu menjelaskan tujuan setiap masyarakat jangka pendek maupun jangka panjang, mendorong orang untuk menentukan pilihan dan keinginannya, mendorong, serta kegiatan individu dan kelompok berdasarkan tujuan bersama yang akan di kejar.
Keempat, Berdebatan dan diskusi, menyediakan dan saling menukar fakta yang di perlukan untuk memungkinkan persetujuan atau menyelesaikan perbedaan pendapat mengenai masalah publik, menyediakan bukti-bukti relevan yang di perlukan untuk kepentingan umum agar masyarakat lebih melibatkan diri dengan masalah yang menyangkut kepentingan bersama.
Kelima, Pendidikan, pengalihan ilmu pengetahuan dapat mendorong perkembangan intelektual, pembentukan watak, serta membentuk keterampilan dan kemahiran yang di perlukan pada semua bidang kehidupan.
Keenam, Memajukan kehidupan, menyebarkan hasil kebudayaan dan seni dengan maksud melestarikan warisan masa lalu, mengembangkan kebudayaan dengan memperluas horizon seseorang serta membangun imajinasi dan mendorong kreatifitas dan kebutuhan estetiknya.
Ketujuh, Hiburan, penyebarluasan sinyal, simbol, suara, dan imaji dari drama, tari, kesenian, kesusastraan, musik, olahraga, kesenangan, kelompok, dan individu.
Kedelapan, Integrasi menyediakan bagi bangsa, kelompok, dan individu kesempatan untuk memperoleh berbagai pesan yang mereka perlukan agar mereka dapat saling kenal dan mengerti serta menghargai kondisi pandangan dan keinginan orang lain.

3. Ketrkaitan Public Speaking dengan Komunikasi Sosial
Public speaking merupakan suatu kegiatan yang berhubungan dengan khalayak banyak dimana didalamnya terjadi suatu interaksi antara khalayak dengan pembicara yang memungkinkan terjadinya suatu komunikasi. Public Speaking bertujuan untuk menyampaikan pesan kepada khalayak agar bisa diterima maksud dan maknanya dengan baik, dalam proses penyampain pesan tersebut terjadilah suatu komunikasi yang biasa terjadi dalam intraksi sosial. Komunikasi tersebut bisa terjadi karena adanya tanggapan dari khalayak terhadap apa yang telah disampaikan oleh pembicara, dalam proses penyampaian pesan tersebut terdapat unsur-unsur dari kominikasi sosial yang memilikin keterkaitan dengan proses penyampaian publi speaking. Unsur-unsur tersebut antara lain:
a. Komunikator, yaitu pihak yang memulai komunikasi dalam suatu komunokasi sosial. Komunikator mungkin seseorang atau suatu institusi. Dalam proses komunikasi ini, komunikator merupakan unsur yang aktifatau dengan kata lain yang mengambil prakarsa untuk bertindak, sedangkan dalam public speaking biasa disebut dengan pembicara.
b. Amanat, yaitu mengenai berbagai macam hal yang akan disampaikan baik berupa perintah, kabar, buah pikiran, dan sebagainya. Maksud penyampaian ini ialah sebagai upaya pemahaman dan tanggapan dari pihak lain, yaitu penerima amanat sesuai dengan maksud pengirim. Jika amanat berupa perintah, hendaknya perintah itu dilaksanakan dan jika berupa buah pikiran, hendaknya bisa dimengerti sebagai suatu informasi. Sama halnya dengan public speaking, dalam proses penyampaian pesan dan informasi yang disampikan didalamnya terdapat amanat-amanat yang diharapkan bisa diterima dengan baik oleh khalayak.
c. Media, yaitu daya upaya yang dipakai untuk menyampaikan amanat kepada penerima yang kemudian dinamakan dengan media komunikasi sosial. Media komunikasi sosial ini mengandung dua unsur, yaitu unsur pernyataan atau ungkapan dari amanat itu sendiri yang mamiliki bentuk-bentuk berbeda seperti kode, isyarat, gerak, lambang, dan sebagainya. Kemudian unsur yang kedua adalah alat yang dipakai untuk menyampaikan amanat tersebut seperti surat, telephon, radio, televisi dan lain sebagainya. Dalam public speaking proses penyampain pesan atau kegiatan mempengaruhi khalayak juga menggunakan berbagai media yang lebih memudahkan khalayak untuk menangkap pesan yang disampaikan.
d. Komunikan, yaitu orang atau satuan orang-orang yang menjadi sasaran dari komunikasi itu. Kepada merekalah komunikasi diampaikan, dari merekalah diharapkan muncul suatu tanggapan, dan dalam diri mereka proses komunikasi itu berakhir. Dalam proses komunikasi komunikan merupaka unsur pasif, berbeda dengan komunikator yang berperan sebagai unsur aktif. Jika dalam public speaking pihak yang menjadi sasaran komunikasi biasa disebut dengan khalayak, pengertian dari khalayak sendiri juga sama dengan komunikan dalam komunikasi sosial
e. Tanggapan (respons), adalah tujuan yang diharapkan oleh komunikator. Yang diharapkan disni adalah bahwa tanggapan komunikasi sama dengan maksud yang disampaikan oleh komunikator. Dengan demikian komunikasi dapat dikatakan berhasil serta efektivitas komunikasi tercapai.
Selain keterkaitan dalam unsur-unsurnya, komunikasi sosial dan public speaking juga mempunyai hubungan dalam fungsi dari komunikasi sosial maupun public speaking itu sendiri. Fungsi tersebut antara lain adalah sebagai pemberi informasi dan pemberi bimbingan,
a. Memberi Informasi
Informasi perlu disampaikkan kepada warga masyarkat karena kenyataan menunjukan bahwa:
1) Manusia hanya dapat maju dan berkembang apabila dia mengetahui nilai-nilai yang perlu dicapai.
2) Tidak semua orang memiliki pengetahuan yang sama mengenai nilai-nilai yang sudah berhasil dicapai, mengenai sarana-sarana yang harus dipakai, dan bahaya-bahaya yang harus disingkiri.
3) Setiap orang mempunyai hak asasi untuk mendapat informasi yang berguna bagi hidupnya.
Organisasi umat manusia akan berjalan pincang apabila dalam sistem sosialnya tidak didirikan tempat-tempat sumber informasi untuk menyiarkan apa yang berguna bagi kehidupan bersama, tidak hanya hal-hal yang menyangkut kepentingan jasmani tetapi juga hal-hal yang menyangkut rohani yang tidaka kurang pentingnya bagi manusia.

b. Memberi bimbingan
Baik secara langsung maupun tidak langsung, komunikasi berfungsi memberikan bimbingan-bimbingan bagi warga masyarakat. Amanat yang bernilai tinggi dapat menimbulkan gairah kerja, serta menghidupkan masalah yang telah padam. Warga masyarakat yang telah menyimpang dari pola-pola kelakuan yang benar dapat dikembalikan ke jalan yang benar. Misalnya saja kaum petani yang tidak tahu bagaimana menggunakan pupuk menurut resep yang tepat untuk menyuburkan tanaman akan merasa menemukan petunjuk yang dicari ketika telah mendapatkan suatu bimbingan.
bimbingan disampaikan lewat pesan (amanat) yang sifatnya menuntun, menyetujui, menolak, mencela, menegur, mendukung, atau menentang, mengajak atau menganjurkan, memberi petunjuk mengenai prioritas tertentu diantara sekian banyak tindakan yang harus dilaksanakan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa antara public speaking dengan komunikasi sosial memiliki suatu keterkaitan jika dilihat dari unsur-unsur serta fungsinya. Karena pada dasarnya baik komunikasi sosial maupun public speaking memiliki tujuan yang sama serta sama-sama berhubungan dengan masyarakat luas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar